Kamis, 05 Agustus 2010

SEJARAH AKUNTANSI

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Mempelajari Sejarah dan perkembangan Akuntansi merupakan hal yang sangat penting untuk memahami dan mengapresiasi praktek sekarang, masa depan dan struktur institusional bidang sains akuntansi. Banyak hal yang kita peroleh jika kita mempelajari sejarah. Paling tidak kita bisa memahami apa yang terjadi di masa lalu serta bagaimana proses perkembangannya sehingga perkembangan itu sampai seperti saat ini. Kemudian kita juga memiliki dasar untuk memprediksikan apa yang akan muncul di masa yang akan depan sehingga dalam menghadapinya kita lebih siap dan mampu mengambil dari peluang yang ada jika situasi berjalan normal. Sejarah perkembangan akuntasi memiliki banyak versi, oleh karena kami perlu membahas untuk lebih lanjut agar tidak terjadi kekeliruan mengenai sejarah awal terciptanya akuntansi yang dapat dijadikan acuan bagaimana sejarah perkembangan teori akuntansi dimasa yang akan datang.

Dalam makalah yang kami buat, kami mencoba membahas mengenai sejarah perkembangan prinsip akuntansi di Indonesia.

1.2. Perumusan Masalah

Adapun kami membatasi permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini antara lain:

  1. Sejarah akuntansi di Indonesia
  2. Perkembangan Prinsip-prinsip Akuntansi di Indonesia
  3. Organisasi Akuntansi di Indonesia
  4. Sejarah Perumus Standar Akuntansi di Indonesia

1.3. Makdud dan Tujuan

Maksud dan Tujuan pembuatan makalah ini adalah:

1. Untuk mengetahui sejarah Akuntansi di Indonesia

2. Untuk mengetahui perkembangan Prinsip-prinsip akuntansi di Indonesia

3. Untuk Organisasi-organisasi akuntansi di Indonesia

1.4. Metode Penulisan

Metode yang kami gunakan dalam pembuatan makalah ini yaitu metode studi kepustakan dimana kami menggunakan buku pustaka sebagai sumber dalam pembuatan makalah ini

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian Prinsip

Yang dimaksud dengan prinsip adalah pedoman-pedoman terbaik yang ada yang didasarkan pada akal sehat, pengamatan (Observasi), serta percobaan untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Prinsip-prinsip ini secara berkesinambungan dikaji kembali dan direvisi agar sejalan dengan semakin kompleknya operasi perusahaan. Kriteria untuk disebut sebagai prinsip akuntansi ialah bila telah disepakati bersama oleh para anggota profesi akuntansi. Prinsip-prinsip akuntansi juga dipengaruhi oleh praktek-praktek perusahaan, kebiasaan, ide dan kepercayaan para pemakai laporn keuangan, lembaga pemerintah, bursa saham dan kelompok bisnis lainnya.

Kerangka Konseptual Akuntansi

Meskipun bukan merupakan ilmu pengetahuan yang eksak, akuntansi dan pelaporan keuangan diatur oleh suatu bentuk aturan yang telah mapan, yaitu Prinsip-prinsip Akuntansi yang berlaku umum. Adapun yang menggarisbawahi prinsip-prinsip akuntansi adalah beberapa konsep dasar dan asumsi yang secara kolektif menghasilkan kerangka konseptuan atau teoritis akuntansi.

BAB III

PEMBAHASAN

2.1. Sejarah Akuntansi di Indonesia

Sejarah akuntansi di Indonesia tentu tidak lepas dari perkembangan akuntansi di negara asal perkembangannya. Dengan kata lain, negara luarlah yang membawa akuntansi itu masuk ke Indonesia kendati pun tidak bisa disangkal bahwa di masyarakat Indonesia sendiri pasti memiliki sistem pencatan pelaporan tersendiri.

Sebelum Bangsa Eropa masuk ke Indonesia, transaksi dagang dilakukan secara barter. Tentu saja cara ini tidak melakukan pencatatan. Pada waktu orang-orang Belanda masuk ke Indonesia pada abad ke-16, mereka datang dengan tujuan berdagang dan membentuk perserikatan maskapai Belanda yang dikenal dengan sebutan VOC berdiri tahun 1602 dan bubar pada tahun 1799.

Dalam kurun waktu tersebut, VOC memperoleh hak monopoli perdagangan rempah-rempah. Pada tahun itu bisa dipastikan VOC telah melakukan pencatatan atas mutasi keuangannya. Dalam hubungan itu, Ans Saribanon Sapii (1980), mengemukakan bahwa menurut Stible dan Stroomberg, bukti autentik mengenai catatan pembukuan di Indonesia paling tidak sudah ada menjelang pertengahan abad ke-17.

Setelah VOC bubar, kekuasaannya diambil alih oleh kerajaan belanda sejak tahun 1800 s.d. 1942. Mereka menekankan pada sistem pembukuan Debet Kredit, yang antara lain ditemukan pada pembukuan Amphioen Socyteit di Batavia yang bergerak dalam usaha candu dan morfin. Banyak perusahaan belanda yang didirikan di Indonesia pada abad ke-19. Catatan pembukuannya merupakan modifikasi sistem Venesia-Italia dan tidak dijumpai adanya kerangka pemikiran konseptual untuk mengembangkan sistem pencatatan tersebut karena kondisinya sangat menekankan pada praktek-praktek dagang yang semata-mata untuk kepentingan perusahaan Belanda.

Soemardjo (1982) mengemukakan dalam dunia pendidikan tinggi yang ada hanya terbatas pada pendidikan hukum, kedokteran dan teknik, diantaranya:

  1. Recht Hogeschool yaitu Perguruan Tinggi Kehakiman dengan lama pendidikan 4-5 tahun
  2. Gemeeskundige Hogeschool, Pendidikan Tinggi Kedokteran lama pendidikan 7 tahun
  3. Technische Hogeschool, Perguruan Tinggi Teknik, lama pendidikan 4-5 tahun.

1. Zaman Penjajahan Jepang

Pada masa penjajahan Jepang banyak orang Belanda yang di tangkap dan di masukan ke dalam sel-sel, hal ini menyebabkan kekurangan tenaga kerja pada jawatan-jawatan Negara termasuk Menteri Keuangan. Untuk mengatasinya diadakan latihan pegawai dan kursus-kursus pembukuan pola Belanda dengan tenaga pengajarnya antara lain : J.E de I’duse, Akuntan, Dr. Abutari, Akuntan , J.D . Masie dan R.S. Koesoemoputro.

Sejalan dengan itu , maka kondisi pembukuan pada masa pendudukan Jepang tidak mengalami perubahan yang berarti, tetap menggunakan pola Belanda.

2. Zaman Kemerdekaan

Awalnya sistem akuntansi yang berlaku adalah sistem akuntansi Belanda yang dikenal dengan sistem Tata Buku. Tetapi setelah kemerdekaan perusahaan-perusahaan Belanda di nasionalisasi dan modal asing pun mulai masuk Pada zaman setelah kemerdekaan banyak modal asing yang masuk ke Indonesia dalam rangka mempercepat proses pemulihan pembangunan. Masuknya modal asing di Indonesia serentak dengan masuknya bantuan luar negeri khususnya dari Amerika dan sekutunya sehingga pemerintah Amerika juga memberikan bantuan berupa sistem akuntansi di pemerintahan, dosen-dosen tamu yang mengajar di berbagai Universitas di Indonesia. Maka muncullah sistem akuntansi baru yaitu model-model sistem akuntansi Amerika yang dipelajari di universitas-universitas se-Indonesia.

Pada tahun 1980 pemerintah Indonesia atas bantuan pinjaman dari bank Dunia melakukan harmonisasi sistem akuntansi sehingga diupayakan untuk menghapuskan sistem dualisme antara sistem akuntansi belanda dan sistem akuntansi amerika. Upaya yang dilakukan antara lain mendirikan Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) di UI, UGM, UNPAD dan USU.

.

Sejarah Prinsip Akuntansi di Indonesia

Untuk memudahkan pengkoordinasian akuntan di Indonesia, didirikan Ikatan Akuntan Indonesia di Jakarta pada tanggal 23 Desember 1957. IAI berhasil menyusun dan menerbitkan Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) pada tahun 1973, deengan maksud antara lain:

    1. Menghimpun prinsip-prinsip yang lazim berlaku di Indonesia
    2. Sebagai prasarana pasar uang dan modal pada saat itu.
    3. Laporan Keungan perusahaan yang go publik harus disusun berdasar Prinsip Akuntansi Indonesia.

Adapun Bahan-bahan yang digunakan untuk menghimpun Prinsip Akuntansi Indonesia 1973 antara lain:

a. Buku Prinsip-prinsip Accounting yang diterbitkan oleh Direktorat Akuntan Negara, Direktorat Jendral Pengawasan Keuangan Negara (DJPKN), Departemen Keuangan RI sekarang bernama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

b. Inventory of Generally Accepted Accounting Principles for Bussiness Enterprice, oleh Paul Grady, diterbitkan oleh AICPA

c. Opinions of Australian Accounting Principles, diterbitkan oleh Accounting and Auditing Research Committee dari Accounting Research Foundation.

d. Kumpulan dari Accounting Research Bulletins diterbitkan AICPA

e. A Statement of Australian Accounting Principles, diterbitkan oleh NIVRA

f. Wet op de Jaarekening van Ondernemingen, diterbitkan oleh NIVRA

PAI ini setelah berjalan selama satu dasawarsa akhirnya disempurnakan pada tahun 1984. Hanya saja dalam PAI 1984 dibatasi pada hal-hal yang berhubungan dengan akuntansi keuangan yang diungkapkan secara garis besar atau bersifat umum tidak mencakup praktik akuntansi untuk industri tertentu.

Pada Prinsip Akuntansi Indonesia 1984 masih memerlukan penjabaran lebih

lanjut diatur dengan ”pernyataan” tersendiri.

Sehubungan dengan itu, Komite PAI-IAI mulai tahun 1986 meenerbitkan serankaian pernyataan PAI dan interpretasi PAI untuk mengembangkan, menambah, mengubah serta menjelaskan standar akuntansi keuangan yang berlaku, yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari PAI 1984

Setelah berlangsung selama 10 tahun, PAI 1984 diganti menjadi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 1994. PSAK 1994 ini mengadopsi pernyataan resmi International Accounting Standard Committee (IASC). IAI mengadopsi pernyataan IASC sebagai dasar acuan standar akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia, kemudian menerbitkan dua buah buku yaitu Standar Akuntansi Keuangan – Oktober 1994., Buku 1 dan Buku 2 yang berisi

(1). Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan

(2) Seperangkat Standar Akuntansi Keuangan, terdiri dari 35 Pernyataan yang

setaraf dengan standar internasional.

Kerangka dasar dan seperangkat pernyataan tersebut merupakan landasan yang dianggap kokoh untuk pengembangan lebih lanjut. Berlaku untuk penyusunan Laporan Keuangan mencakup periode laporan yang dimulai atau setelah tanggal 1 Januari 1995.

Sekarang ini Standar Akuntansi yang dikeluarkan IAI disebut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). Namun dengan adanya standar akuntansi untuk entitas Syariah maka akanada dua jenis standar akuntansi, yaitu standar akuntansi konvensional dan syariah yang saling mendukung.

Organisasi Akuntansi di Indonesia

Diantara oraganisasi akuntan yang paling tua dan paling berpengaruh adalah American Institute of Certified Public Accountans (AICPA) dan American Accounting Association) .

Dari tahun 1959 s.d. 1973, Dewan Prinsip Akuntansi (Accounting Principles Board - APB) telah banyak memberikan tuntunan dalam pengembangan prinsip-prinsip akuntansi yang lazim. APB terdiri dari delapan belas akuntan, anggota AICPA.

Pada tahun 1973 SPB digantikan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (Financial Accounting Standards Board - FASB). Badan tersebut terdiri dari tujuh anggota, empat diantaranya harus anggota CPA yang direkrut dari praktek umum FASB dibantu oleh Dewan Pertimbangan dengan dua puluh anggota, yang tanggung jawab utamanya ialah memberikan rekomendasi mengenai prioritas dan agenda kerja. Setelah menerbitkan memo hasil diskusi dan usulan pendahuluan dan setelah mengevaluasi tanggapan berbagai pihak, Dewan tersebut mengeluarkan pernyataan standar akuntansi keuangan yang merupakan bagian dari prinsip-prinsip akuntansi yang lazim.

Beberapa lembaga pemerintah yang mempunyai andil dalam pengembangan prinsip-prinsip akuntansi ialah komisi pasar modal. Komisi yang didirikan berdasarkan Undang-undang Kongres tahun 1934 ini mengeluarkan peraturan-peraturan yang harus dipatuhi dalam penyiapan laporan keuangan dan laporan lain yang diminta komisi. Direktorat Pajak Amerika mengeluarkan peraturan yang mengatur perhitungan laba untuk keperluan pajak penghasilan.

Organisasi-organisasi lain yang mempengaruhi perkembangan prinsip akuntansi di Indonesia antara lain, Institut Eksekutif Keuangan dengan mendorong dan mensponsori penelitian akuntansi, Asosiasi Akuntansi Nasional dan Federasi Analisis Keuangan.

Sejarah Perumus Standar Akuntansi di Indonesia

Pengembangan standar akuntansi keuangan di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1973 dengan dibentuknya Panitia Penghimpunan Bahan-bahan dan Struktur daripada GAAP dan GAAS. Selanjutnya pada tahun 1974 dibentuk Komite Prinsip Akuntansi Indonesia yang bertugas menyusun dan mengembangkan standar akuntansi keuangan. Kemudian komite PAI tersebut pada tahun 1994 diubah menjadi Komite Standar Akuntansi Keuangan (KSAK). Pada kongres VIII 23-24 September 1998 diubah kembali namanya menjadi Dewan Standar Akuntansi Keuangan. Berikut ini adalah para anggota Badan Perumus Standar Akuntansi Keuangan mulai tahun 1973 s.d. tahun 2006:

Panitia Penghimpun Bahan-bahan

dan Struktur GAAP dan GAAS tahun 1973

Dewan Penasehat : a. Radius Prawiro

b. Joesoef Soedjoed

c. S. Hadibroto

d. Gandhi

e. Soemardjo Tjitrosidojo

f. Soedarsono

Panitia Kerja : a. Soebagio

b. Djafar Mahfoed

c. Moh. Usman

d. Basuki Sudiharta

e. Utomo Josodirdjo

f. Th. M. Tuanakotta

g. AKM. Husein

i. Israwan

j. Djokobirowo

k. Soemantri

l. B. Soenasto

m. Harun Kartawisastra

Komite Prinsip Akuntansi Indonesia 1974-1994

Tahun 1974-1984

Basuki Siddharta Ketua

AKM. Husein Anggota

S. Hadibroto Anggota

Th. M. Tuanakotta Anggota

J Prasetio Anggota

Wijayadi Anggota

Sulur Suwandono Anggota

Tahun 1984-1986

Wahjudi Prakarsa Ketua

Hans Kartikahadi Sekretaris

Katjep K. Abdoelkadir Anggota

Hein Surjaatmadja Anggota

Soebagio Anggota

B Hutapea Anggota

Malimar Anggota

Tahun 1986-1990

Hans Kartikahadi Ketua

Jusuf Halim Sekretaris

Suryati (5-2-88 s.d. 6-10-88) Pjs.Sekretaris

Subagio (s.d. 9 Juni 1988) Anggota

IPG Ary Suta (sejak 9 Juni 1988) Anggota

Malimar (1986-1989) Anggota

Hein Surjaatmadja Anggota

Katjep K. Abdoelkadir Anggota

Wahjudi Prakarsa Anggota

Insyaf (1986-1989) Anggota

Bambang Heryanto (1986-1990) Anggota

M.Ashadi Anggota

Tahun 1990-1994

Hans Kartikahadi Ketua

Jusuf Halim Sekretaris

Katjep K. Abdoelkadir Anggota

Wahjudi Prakarsa Anggota

Hein Surjaatmadja Anggota

M. Ashadi Anggota

Jan Hoesada Anggota

Sobo Sitorus Anggota

IPG Ary Suta Anggota

Bambang Heriyanto (1990-1993) Anggota

Soewarjono (1990-1992 Anggota

Istini Siddharta (1990-1992) Anggota

Mirza Mochtar (1993-1994) Anggota

Komite Standar Akuntansi Keuangan

Masa Bakti 1994-1998

Jusuf Halim Ketua

IPG Ary Suta Wk. Ketua

Mirza Mochtar Sekretaris

Wahjudi Prakarsa Anggota

Katjep K. Abdoelkadir Anggota

Jan Hoesada Anggota

Hein Soerjaatmadja Anggota

Sobo Sitorus Anggota

Timothy E. Marnandus Anggota

Mirawati Soedjono Anggota

Nur Indriantoro Anggota

Rusdi Daryono Anggota

Siti Ch. Fadjrijah Anggota

Osman Sitorus Anggota

Istini T. Siddharta Anggota

Jusuf Wibisana Anggota

Yosela Sayekti Anggota

Heri Wahyu Setiarso Anggota

Dewan Standar Akuntansi Keuangan

Masa bakti 1998-2002

Nur Indriantoro (1998 s.d. November 2000) Ketua

Istini T. Siddhata (Sejak Desember 2000) Ketua

Rusdi Daryono Anggota

Osman Sitorus Anggota

Agung Nugroho Anggota

Indarto (1998-Mei 2001) Anggota

Ali Darwin (sejak 12 Oktober 2000) Anggota

Sudarwan Anggota

Ramzi A. Zuhdi Anggota

Gunadi Anggota

Anis Baridwan (sejak 26 Juni 2000) Anggota

M. Juyuf Wibisana (sejak 20 Juli 2001) Anggota

Jan Hoesada (Sejak 20 Juli 2001) Anggota

Siddharta Utama (Sejak 20 Juli 2000) Anggota

M. Kurniawan (sejak 20 Juli 2000) Anggota

Gudono (Sejak 20 Juli 2000) Anggota

Dewan Standar Akuntansi Keuangan

Masa Bakti 2002-2006

M. Jusuf Wibisana Ketua

Agung Nugroho Anggota

Gunadi Anggota

Anis Baridwan Anggota

Ali Darwin Anggota

Ramzi A. Zuhdi Anggota

Dudi M. Kurniawan Anggota

Jan Hoesada Anggota

Siddharta Utama Anggota

Gudono Anggota

Hekinus mano Anggota

Agus Edy Siregar Anggota

Maliki H. Santosa Anggota

Grahita Chandrarin Anggota


BAB IV

PENUTUP

4.1. Kesimpulan

Sejarah akuntansi di Indonesia tentu tidak lepas dari perkembangan akuntansi di Negara asal perkembangannya, dengan perkataan lain, Negara luarlah yang membawa akuntansi itu masuk ke Indonesia, kendatipun bisa disangkal bahwa di masyarakat Indonesia sendiri pasti memiliki sistem akuntansi.

Periodesasi perkembangan akuntansi di Indonesia dapat dibagi atas:

  1. zaman penjajahan Belanda
  2. Zaman penjajahan Jepang
  3. Zaman kemerdekaan
  4. Standar akuntansi Indonesia

Sejarah Perkembangan Prinsip Akuntansi meliputi :

Tahun 1973 disusun dan diterbitkan Prinsip Akuntansi Indonesia

Tahun 1984 disempurnakan menjadi Prinsip Akuntansi Indonesia 1984

Tahun 1994 diadopsi Pernyataan resmi AICPA menghasilkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan dalam Buku Standar Akuntansi Keuangan Buku 1 dan 2

Tahun 1998 Terdapat Eksposur draf PSAK yang direvisi dan disempurnakan

Tahun 2002 Dihasilkan Buku Standar Akuntansi Keuangan Edisi Revisi

Tahun 2004 Dihasilkan Buku Standar Akuntansi Keuangan yang disempurnakan

4.2. Saran

Dalam menyusun makalah ini kami menyadari masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu kami mohon kritik dan sarannya yang bersifat membangun dan menuju kearah yang lebih baik. Mudah-mudahan makalah ini bermanfaat khususnya bagi kami, umumnya bagi para pembaca.

DAFTAR PUSTAKA

Sinaga, Mariana. 1990. Prinsip-prinsip Akuntansi. Jakarta : Erlangga

Belkaoui.2000. Teori Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat

Harahap, Sofyan Syafri.2007. Teori Akuntansi. Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar